16 November 2009
Pemkot Cari Lokasi Baru SDN Sukasari
Sehingga, dua sekolah yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Cikokol, Kota Tangerang, itu harus dipindahkan atau direlokasi.
Namun, hingga kini Pemkot Tangerang masih belum menemukan lokasi yang pas untuk lokasi baru sekolah favorit di Kota Tangerang tersebut. “Kami belum tahu akan kemana relokasi sekolah itu,” ungkap Wakil Walikota Tangerang Arief R Wismansyah, Kamis (12/11).
Arief mengaku, Pemkot Tangerang pernah berencana memindahkan dua sekolah tersebut di kawasan perkantoran Cikokol. Namun, lokasi itu sudah terisi beberapa sekolah dan universitas. “Untuk sementara ini, biarkan sekolah itu melakukan aktivitas belajar mengajarnya, sambil menunggu lokasi baru,” ungkap Arief.
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Tata Ruang Kota Tangerang Rudi Iskandar mengatakan, berdasar rencana detail tata ruang (RDTR) 2005, lokasi yang saat ini dibangun mal Tangerang City memang untuk perdagangan.
Diketahui, SDN Sukasari 4 dan SDN Sukasari 5 Kota Tangerang berada di pinggir jalan. Di sekitar sekolah itu tidak ada sekolah lain. Dua sekolah itu dikelilingi perkantoran, instansi Pemkab Tangerang, dan bekas gedung Partai Golkar Kabupaten Tangerang. Bangunan di sekitar sekolah itu pun sudah banyak yang rata dengan tanah. (Radar Banten Online)
Soal Naskah CPNSD di Kota Cilegon Tidak Sesuai
Menurut salah satu peserta CPNSD yang Redaksi ILUNI STISIP Yuppentek temui mengatakan, soal Tes Kemampuan Bidang (TKB) ini tidak sesuai dengan Jurusan mereka yang mana isinya terdapat bidang kesehatan dan pendidikan padahal peserta adalah dari Jurusan Ilmu Pemerintahan. Ini sangat membingungkan para peserta yang tidak mengetahui tentang bidang kesehatan.
Kemudian banyak ditemui sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan ujian CPNSD ini. Para peserta Tes duduk berdua dalam satu meja. Yang mana semestinya Tes CPNSD ini para peserta duduk sendiri dalam satu meja. (REDAKSI ILUNI STISIP Yuppentek)
12 November 2009
Mantan Bupati Pandeglang Dimyati Natakusumah Ditahan
Mantan Bupati Pandeglang Dimyati Natakusumah akhirnya ditahan oleh Kejati Banten, Rabu (11/11), sekira pukul 18.50 WIB setelah sempat dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan. Dimyati ditahan terkait dugaan suap pinjaman daerah Pemkab Pandeglang Rp 200 miliar. Anggota Komisi III DPR RI dari PPP itu dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Serang dengan menggunakan Honda CRV dengan nomor polisi B 8576 GK. Sebelum diputuskan ditahan, suami Irna Narulita itu menjalani pemeriksaan di Kejati sejak pukul 16.30 WIB.Saat menjalani pemeriksaan Dimyati yang telah ditetapkan sebagai tersangka ditemani kuasa hukumnya, Tb Sukatma. Keduanya datang mengendarai mobil mewah jenis sedan Mercy bernopol B 1966 BM.
Sekira dua jam setelah pemeriksaan, wartawan media cetak dan elektronik yang menunggu di Kejati mendapatkan informasi bahwa Dimyati akan langsung ditahan. Informasi ini makin kuat karena Kejati sudah menyiapkan langkah-langkah penahanan.
Proses penahanannya memang cukup memakan waktu. Bahkan Kejati berupaya mengelabui wartawan ketika akan membawa Dimyati ke LP Kelas II A Serang. Untuk mengelabui wartawan, Kejati menyiapkan mobil tahanan bernopol A 9993 A di depan pintu samping gedung Kejati. Mobil itu dijaga anggota Samapta Polda Banten.
Tak hanya itu, dua mobil mewah jenis Honda CRV nopol B 8576 GK dan mobil Nissan X-Trail nopol B 2628 DY juga disiapkan di depan dua pintu lain kantor Kejati.
Wartawan akhirnya mengetahui Dimyati akan dibawa ke LP Kelas II A Serang menggunakan mobil Honda CRV.
Saat akan memasuki mobil, Ketua DPW PPP Banten itu tidak banyak memberikan komentar kepada wartawan soal penahanan dirinya sebagai tersangka dalam kasus suap pinjaman daerah itu. “Ini risiko jabatan politis,” ujarnya sambil sambil tersenyum.
Saat tiba di halaman LP Kelas II A Serang, Dimyati kembali menegaskan adanya makelar kasus (markus) di Kejaksaan Agung berinisial L. “Markus itu ada. Cari saja sendiri, inisialnya L,” tukasnya.
Kuasa hukum Dimyati, Tb Sukatma mengatakan bahwa Kejati telah berbuat sewenang-wenang. “Kejati sewenang-wenang. Kami akan mengkaji penahanan klien kami itu dan akan mempraperadilankan Kejati,” tandas pengacara yang tergabung dalam kantor hukum Novian & Partners tersebut.
Dia menilai, penahanan kliennya subjektif. “Saya kecewa, Pak Dimyati ditahan karena alasan takut menghilangkan barang bukti atau kabur. Dia kan telah menunjukkan itikad baik dengan datang hari ini (tadi malam-red) karena khawatir tidak dapat datang besok (hari ini-red). Kesibukan klien kami padat karena dia menjadi wakil pimpinan Baleg (Badan Legislasi) DPR RI,” tuturnya.
Kekecewaan Tb Sukatma juga didasarkan lantaran penahanan kliennya dilakukan tanpa izin dari Presiden. Menurutnya, izin dari presiden diperlukan lantaran Dimyati tidak lagi berstatus sebagai Bupati Pandeglang.
“Izin dari presiden dulu itu kan untuk penyidikan, upaya penahanan ini juga harus ada karena Pak Dimyati sekarang menjadi anggota DPR RI,” tegas Tb Sukatma.
Kepala Kejati Abdul Wahab Hasibuan enggan memberikan keterangan tentang penahanan Dimyati. Menurut Kasi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Mustaqim pada pukul 20.30 tadi malam, Abdul Wahab masih disibukkan dengan pekerjaan.
“Pak Kajati masih sibuk, besok (hari ini-red) saja. Untuk masalah ini, harus Pak Kajati yang memberikan keterangan,” ujarnya.
Hal tersebut diungkapkan pula oleh Asisten Pidana Khusus Kejati Banten Mukri. Dia hanya mengatakan penahanan Dimyati berdasarkan surat penahanan nomor Print-23310/0.6/Pd.1/11/2009 tanggal 11 November 2009. Dimyati ditahan selama 20 hari dan bisa diperpanjang lagi selama 30 hari. (© Radar Banten)
11 November 2009
Pemprov Banten Ingin Punya Saham di PAP II
Terkatung-katungnya peraturan daerah tentang pungutan donasi yang ingin diperoleh dari PT Angkasa Pura II (PAP II) selaku pengelola Bandara Soekarno Hatta, tampaknya menjadi motivasi Pemprov Banten untuk menanamkan saham dalam bentuk penyertaan modal di PAP II.Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Banten Harry Parwanto mengatakan, untuk mewujudkan rencana penyertaan modal tersebut Dishubkominfo telah mengajukan anggaran bagi pembuatan kajian dalam APBD 2010.
“Penyertaan modal yang kita rencanakan ini untuk mendukung pembangunan perluasan terminal di Bandara Soekarno-Hatta,” kata Harry, Selasa (10/11).
Dikatakan, rencana penyertaan modal di satu-satunya Bandara Internasional milik Banten tersebut, bertujuan menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor jasa penerbangan. “Saya yakin jasa penerbangan bakal memberi kontribusi terhadap PAD Banten,” katanya.
Disinggung jumlah modal yang akan disertakan pemprov serta target pendapatan yang bisa diraup dari jasa penerbangan tersebut, Harry mengatakan hal itu baru dibahas dalam kajian nanti.
“Yang pasti rencana penyertaan modal ini dimaksudkan untuk mendukung pemberlakuan pungutan donasi oleh pemprov di Bandara Soekarno-Hatta,” terangnya.
Selain berupaya menggali potensi PAD melalui jasa penerbangan, kata Harry, Dishubkominfo juga akan berupaya menggali potensi PAD dari sektor jasa telekomunikasi yakni, melalui pembangunan menara bersama bagi operator seluler. “Kajian mengenai pemakaian menara bersama ini kita usulkan dapat dilakukan pada tahun depan. Untuk kajian mengenai rencana pemakaian menara bersama ini kita telah mengajukan anggaran sebesar Rp 100 juta,” katanya.
Dihubungi terpisah, terkait pembahasan RKA antara Dishubkominfo dengan Komisi IV DPRD Banten, Sekretaris Komisi IV Saris Priada mengungkapkan, secara keseluruhan Dishubkominfo mengajukan anggaran belanja pada APBD 2010 sebesar Rp 12,6 miliar. “Sementara di pos pendapatan, Dishubkominfo menargetkan Rp 1,5 miliar,” terang Saris.
sumber : http://www.radarbanten.com/
Info CPNSD Pemerintah Kota Tangerang
Berdasarkan hasil Verifikasi Berkas Lamaran yang masuk dalam penerimaan CPNSD Pemerintah Kota Tangerang Formasi Umum Tahun 2009 berikut ini kami sampaikan Jumlah nominatif keadaan berkas pelamar :- Jumlah Memenuhi Syarat (MS) : 9.782 Berkas
- Jumlah Tidak Memenuhi Syarat (TMS) :1.367 Berkas
- Jumlah Tidak Terdapat dalam Database : 118 Berkas
- Lamaran yang dinyatakan Double : 72 Berkas
- Lamaran yang salah alamat / yang ditujukan untuk Tangerang Selatan/Kab. Tangerang : 70 Berkas
http://www.bkd-kotatangerang.net/
10 November 2009
Dahulu Cisadane Kota Tangerang Punya Bantaran Bertebing
TAHUKAH anda bentuk alur Sungai Cisadane yang membelah Kota Tangerang sebelum terbangunnya dua bendungan di kawasan Pintu Air dan 1 bendungan di Sangego sekitar tahun 1928 dan dioperasikan sekitar tahun 1932 oleh Belanda?Berdasar tutur leluhur di sejumlah kampung di jantung Kota Tangerang, sebelum terbangun tiga bendungan itu, alur Sungai Cisadane ternyata serupa alur Sungai Cisadane di kawasan hulunya di Bogor atau serupa alur Sungai Cisadane yang ada di Serpong Kota Tangerang, dengan bantaran berupa tebing setinggi 10-15 meter.
Sementara alur sungainya sendiri hanya selebar 8-15 meter. Di musim kemarau panjang, alur sungai ini mengering dan bisa diseberangi masyarakat dengan berjalan di antara air setinggi 20-40 cm. Sementara di musim hujan, air sungai setinggi 1 meter-1,5 meter bisa meninggi sampai 2-3 kali lipat ketinggiannya.
Saat ini miniaturnya bisa dilihat dari keberadaan Kali Mokervart yang berawal dari Kampung Pintu Air sampai perbatasan Kota Tangerang-Jakarta Barat.
Pada tahun 1932 bendungan pun dioperasikan dengan tujuan bisa mengairi areal persawahan tadah hujan seluas sekitar 1.500 hektar di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang, yang dialirkan melalui kali-kali irigasi yang juga dibangun Belanda.
Bendungan yang dibangun itu berjumlah keseluruhan 14 pintu, yaitu satu bendungan di Kampung Puntu terdiri dari 1 pintu pembuka dan 1 pintu penutup, lalu satu bendungan lainnya terdiri dari 2 pintu pembuka, serta di Kampung Sangego terdiri 10 pintu
Sejarah Tangga-tangga
Sebelum bantaran Sungai Cisadane ditenggelamkan, alur Sungai Cisadane yang telah menjadi bagian dari perhubungan manusia dan barang antarkampung-kampung tua di jantung Kota Tangerang pun, menyimpan banyak cerita.
Untuk sampai ke seberang sungai, di antara dari Kampung Pasar Lama ke Kampung Karawaci, banyak warga memanfaatkan jasa transportasi perahu ataupun jembatan teruat dari kayu dan bambu. Mereka sebelumnya harus menuruni bantaran sungai yang dibangun swadaya warga dnegan berundak-undak dari beton semen dan dipangan ubin tebal.
Tempat menuruni bantaran itu, akhirnya disebut warga menjadi nama tempat lokasi penyeberangan dengan sebutan tangga. Nama-nama lokasi yang dikenal a.l. Tanggang Ronggeng karena di lokasi seringkali dimanfaatkan para penari cokek yang sebagian besar tinggal di Karawaci untuk menyeberang ke Pasar Lama.
Lalu Tangga Tigabelas, karena undakan tangga untuk menyeberang sungai tercatat sebanyak 16 undakan tangga. Ada pula Tangga Enambelas, menyebut undakannya sebanyak 16 buah. Kemudian ada pula Tangga Jarak, karena di lokasi berundak-undak itu tumbuh subuh pohon Jarak.
Sampai 50 tahun sesudah ditenggelamkan oleh tiga bendung Belanda, nama-nama lokasi tangga masih dipakai masyarakat untuk menyebut lokasi di tepian sungai itu. Namun, kini nama-nama itu sudah tak dikenal lagi oleh masyarakat, kecuali para orangtua di Kampung Pasar Lama, Kalipasir, dan Karawaci.
Sumber Penghidupan
Yang pasti keberadaan Sungai Cisadane yang membelah Kota Tangerang menjadi sumber penghidupan dari dahulu hingga sekarang. Bila dahulu alur sungai menjadi sumber air bersih warga yang tingga di bantaran, tempat MCK (mandi, cuci, dan kakus), serta mencari ikan untuk lauk-pauk.
Namun sejak tahun 1980-an, teriring tumbuh-pesatnya perindustrian yang sebagian limbah cairnya dibuang ke alur sungai, aktifitas warga memanfaatkan sungai untuk hal-hal di atas menjadi berkurang jauh. Apalagi, fungsi sungai sebagai penyedia sumber air bersih mulai terkalahkan layanan air bersih PDAM.
Teriring mulai banyaknya jembatan dibangun pemerintah daerah dan ketersediaan alat transportasi yang banyak, akhirnya fungsi perahu-perahu papan pun berkurang. Meskipun hingga saat ini masih ada sejumlah warga mengupayakan layanan penyeberangan denga perahu papan. Aktifitas memancing pun jauh berkurang, kalaupun ada lebih banyak bersifat rekreatif semata.
Sebagai penggantinya, kini alur sungai Cisadane debit air yang tak pernah berkurang itu menjadi bahan baku sejumlah instalasi air bersih PDAM, instalasi milik swasta bekerjasama PDAM, dan sumber air bagi perusahaan-perusahaan yang berada tak jauh dari sungai itu.
sumber : http://www.tangerangkota.go.id/
04 November 2009
Rp 14 Miliar Untuk Museum Taman Budaya Dibangun Mulai 2010-2011
Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pemukiman (SDA dan Perkim) Provinsi Banten Winardjono mengatakan, pembangunan gedung Museum Budaya dilakukan dalam dua tahap dan menggunakan anggaran dengan sistem multiyears yakni 2010 dan 2011. “Pada 2010 dialokasi anggaran Rp 3,5 miliar. Sisanya akan dianggarkan pada APBD perubahan TA 2010 dan APBD 2011. Tapi, kalau di dua tahun anggaran tersebut jumlah dana belum terpenuhi maka kita akan kembali menganggarkan pada tahun 2012,” kata Winardjono, Selasa (3/11).
Dijelaskan, gedung yang juga berfungsi sebagai gedung kesenian tersebut, akan dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 8 ribu meter persegi. “Luas lahan yang kita siapkan untuk gedung Museum Budaya ini sama besar dengan lahan yang kita siapkan untuk Gedung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar-red),” ujarnya.
Gedung Disbudpar, lanjut Winardjono, akan dibangun dengan biaya sebesar Rp 16,8 miliar. “Sama seperti gedung-gedung lainnya yang dibangun di KP3B, gedung Disbudpar ini juga kita bangun menggunakan sistem pembiayaan multiyears tahun 2009 dan 2010. Tahun 2009 kita anggarkan Rp 6 miliar, dan tahun 2010 Rp 10,8 miliar,” jelasnya.
Terkait rencana pembangunan Museum Budaya, Kepala Disbudpar Provinsi Banten Ranta Suharta mengatakan, gedung itu akan menjadi tempat apresiasi bagi para seniman dan budayawan di Banten, sekaligus menjadi bukti bahwa Pemprov Banten peduli terhadap perkembangaan seni dan budaya di Banten.
sumber : http://www.radarbanten.com/












